Dialog uang

Alkisah, bertemulah dua sahabat lama, uang pecahan 100 ribu dan seribu..

 

100.000 : “Hey, apa kabar. Kok kamu terlihat lusuh sekali..?”

1000 : “Iya, maklumlah.. Namanya juga aku sering beredar di orang kecil. Jadi yang memegang aku, kadang tangan yang kasar, kotor,  tidak peduli. Aku juga seringnya beredar di tempat yang diremehkan. Seperti WC umum, kembalian angkot, pembeli minyak tanah dan sebagainya..”

100.000 : “Oh, begitu. Alhamdulillaah ya, aku berada di tempat nyaman. Jarang sekali berada di tempat dan orang yang kamu sebutkan. Biasanya, aku tersusun rapi dalam dompet orang-orang kaya. Kalaupun keluar, lebih sering ke dalam mall, restoran dan tempat-tempat hiburan bagus..”

1000 : “Hmm, syukurlaah. Btw, kamu pernah ke Masjid..?”

100.000 : “Masjid..? Tempat apa itu..?”

 

:p

 

Belajar dari Briptu Norman

Hari-hari belakangan, indera penglihatan kita di paksa untuk menikmati wajah seorang polisi yang sedang ramai di bicarakan. Hampir semua acara di televisi, seolah berlomba menampilkan sosok Beliau. Siapa lagi kalau bukan Briptu Norman, seorang polisi dari kesatuan Brimob, asal Gorontalo. Lepas dari pro dan kontra, senang dan tidak senang, mau tidak mau harus kita akui bahwa sedikit banyak kehadiran Norman dengan gayanya yang kocak dapat membuat kita sejenak lupa akan berbagai masalah. Setidaknya itu terjadi untuk saya, yang menyukai gaya Beliau ketika bergoyang Chaiya.😀

Read the rest of this entry

Mengingat kematian

Kembali hati kita teriris melihat penderitaan yang di alami saudara-saudara kita yang berada di Situ Gintung dan sekitarnya. Korban bencana yang diakibatkan jebolnya tanggul itu telah mencapai puluhan orang, dan ratusan orang lagi dikabarkan hilang. Besar kemungkinan sebagian dari mereka pun telah meninggal. Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Roojiuun. Semua yang ada adalah milik Alloh, dan pasti akan kembali kepada-NYA.

Kalau kita mau memperhatikan, musibah-musibah besar yang di alami negeri ini terjadi pada pagi hari. Di mana saat itu adalah saat kita sedang terlelap dalam tidur panjang kita. Sehingga tanpa kita sadari maut sedang menghampiri kita. Tsunami di Aceh, Gempa di Yogyakarta dan Banjir bandang di Situ Gintung adalah contohnya. Read the rest of this entry

Time Zone

Salah satu keuntungan bagi orang yang telah dikaruniai anak adalah dapat bermain bersama mereka pada saat senggang/hari libur. Pada saat-saat itulah, terkadang rasa penat yang sudah terkumpul di tubuh ini dapat hilang seketika. Melihat keceriaan, kepolosan dan kelucuan tingkah laku mereka, membuat kita tak habis-habis memuji keindahan ciptaan-NYA. Walaupun saat ini saya belum dikaruniai anak, namun perasaan nikmat ketika bermain dengan anak-anak kecil telah lama saya rasakan. Dan kadang suasana seperti itu adalah saat-saat yang saya nantikan. Seperti hari ini, ketika kami sepakat untuk bermain di tempat permainan yang cukup terkenal di kota ini, time zone.

Sudah sering kali kami pergi ke tempat ini, melakukan permainan yang sama, namun belum tentu menghasilkan keceriaan yang sama. Untuk dapat bermain di sini, kita harus menukarkan uang kita dengan kredit yang tersimpan secara elektrik di kartu time zone. Kartu inilah yang kita pergunakan ketika kita hendak memainkan satu wahana tertentu yang kita inginkan. Permainannya pun beragam. Tinggal pilih sesuai keinginan. Ada permainan yang hanya bisa dinikmati tanpa menghasilkan tiket, ada permainan yang menjanjjikan tiket tertentu setelah selesai bermain, dan ada juga permainan yang menawarkan tiket yang banyak ketika kita mendapatkan bonus. Tiket-tiket ini kemudian kita kumpulkan, dan setelah selesai bermain dapat kita tukarkan dengan hadiah yang telah disediakan asalkan jumlah tiketnya mencukupi. Read the rest of this entry

Kita selalu diawasi

‘Wew, udah lama juga nih gak di-update dengan tulisan baru. Payah bgt siy, kasian kan yang udah berkunjung ke sini..🙂 Ya udah, saya coba dulu ya, mudah-mudahan masih bisa nulis sesuatu yang manfaat.. amin’

Hari ini, kalau kita berkunjung ke tempat-tempat umum seperti mal, hotel, kampus sering kita jumpai sebuah alat yang dapat memantau gerak-gerik kita. Kamera kecil yang biasanya diletakkan di pojok ruangan dengan sudut pengambilan gambar yang telah diatur sedemikian rupa (agar dapat memantau seluas daerah yang diinginkan) tersebut dinamai cctv. Bahkan, di beberapa tempat yang saya kunjungi pihak pengelola memberikan informasi yang jelas kepada pengunjung tentang keberadaan alat tersebut. Memang, agak jarang sih yang bertindak demikian dan oleh karena itulah dahulu yang terlintas di pikiran ini alat tersebut adalah ‘kamera tersembunyi’.

Iseng saya bertanya kepada salah satu pengelola kenapa mereka menginformasikan hal ini secara jelas kepada pengunjung, dan saya mendapatkan jawaban di luar perkiraan saya. ‘Mas, kami sengaja memasang informasi ini agar para pengunjung sadar bahwa dirinya sedang diawasi sehingga mereka tidak punya niat melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri.’ Wah, Subhanallooh. Read the rest of this entry

Burung bego

Ada dialog menarik ketika dua orang manusia ingin melaksanakan sholat. Mereka sebenarnya sepakat unuk melaksanakan sholat berjamaah. Namun, ketika kawannya ingin mengumandangkan iqomah, salah seorang di antara mereka berkata dan terjadilah dialog seperti berikut :

Saddam : ‘Sein, jangan qomat dulu dong, kita kan belum sholat qobliyah niy. Saya gak mau ah jadi burung bego!’
Hussein : ‘Burung bego..?’
Saddam : ‘Iya, burung bego. Coba kamu jawab, burung apa yang gak bisa terbang karena dia gak tau kalo dia punya sayap..?’ Read the rest of this entry

Kasih sayang Alloh Maha Mempesona

Jam sudah menunjukkan pukul 11 ketika saya sampai rumah malam minggu kemarin. Dalam keadaan setengah basah kena guyuran hujan. Ternyata, hujan malam itu hampir rata di seluruh wilayah yang saya lewati. Mulai dari Maruyung Depok, sampai ke Setiabudi.

Setelah bersih-bersih, saya melihat ke meja makan. Tidak ada makanan, tapi kok ditutup tudung saji ya. Bikin penasaran aja. Hehehe.. Ya, sudahlah nonton tv aja siapa tau ada tayangan wisata kuliner (bikin tambah laper dong.. ;p). Ternyata yang saya harapkan beda. Tayangan yang muncul saat pertama kali televisi saya nyalakan adalah Indonesian Idol. Kontes pencari bakat di bidang tarik suara. Tampak dua finalis dengan wajah tegang menanti keputusan siapa yang akan jadi juara. Sesaat kemudian MC mempersilahkan Ibunda salah satu finalis menyampaikan pesan-pesan kepada anaknya. Pesan itulah yang mengena di hati saya. Pesan seorang Ibu yang ingin anaknya sukses, tidak hanya dalam ukuran dunia tapi juga akhirat. Dan pesan yang keliatannya singkat dan biasa itu bila direnungi maknanya luar biasa. Mengajak kita mengingat Alloh swt dan menambah kecintaan kita kepada-NYA.

‘Inget ya Ananda, kalau sudah sukses jangan sombong. Ananda, Mama hanya ingin Ananda menjaga sholat, selama ini kan Ananda sholatnya suka bolong-bolong. Padahal Alloh telah memberi kenikmatan yang luar biasa sama Ananda. Ananda sholatnya begini aja, Alloh masih kasih nikmat dan memperhatikan Ananda.’ Read the rest of this entry

Memberi nilai tambah dalam sedekah

Alloh swt menjanjikan manfaat yang besar dari ibadah sunnah yang biasa kita kenal dengan sedekah. Karena Alloh swt menyukai makhluk yang senantiasa mau berbagi dengan sesama makhluk lainnya. Hal ini tidak terbatas kepada sesama manusia, melainkan juga bisa kita lakukan kepada hewan, tumbuh-tumbuhan ataupun juga makhluk yang lain. Kita tentu pernah mengingat, kisah seorang pelacur yang bisa masuk syurga karena rahmat Alloh dengan wasilah memberi minum kepada anjing yang kehausan.

Sedekah itu ibarat sesuatu yang kita tanam, yang akan kita petik hasilnya di kemudian hari. Bisa cash saat itu juga, ataupun kita harus ‘menunggu’ sampai janji Alloh terjadi. Dan karena sifatnya yang demikian, boleh jadi kita mendapatkan hasil yang berbeda-beda dari sedekah yang kita tanam. Hal ini telah banyak diterangkan dalam Al-Qur’an maupun hadits yang menyebutkan bahwa fadhillah sedekah itu memang luas sekali. Ada yang menyebut kita akan dibalas 10x, 700x atau bahkan dengan sesuatu yang tidak ternilai seperti panjangnya umur, keselamatan dari bala, kesembuhan dari penyakit, keluar dari segala kesempitan, persoalan dan segala permasalahan hidup.

Lalu, bagaimana agar sedekah kita bernilai dan menghasilkan manfaat untuk kehidupan kita..? Read the rest of this entry

Jangan kau rubah status rizkimu

Setiap makhluk yang terlahir di dunia, sudah dilengkapi dengan jatah rizkinya. Tidak ada satu makhluk melatapun yang tidak mempunyai rizki, inilah jaminan dari Alloh Swt. Oleh karena itulah, menurut seorang Ustadz kita tidak diperintahkan untuk mencari rizki, melainkan menjemputnya. Loh, apa bedanya..? Iya, kalau kita mencari itu untuk sesuatu yang belum ada, sedangkan menjemput itu untuk sesuatu yang sudah pasti ada. Namun masalahnya, karena keterbatasan pengetahuan kita, terkadang kita tidak bertemu dengan rizki yang akan kita jemput tersebut. Atau kalaupun berhasil bertemu, mungkin yang kita dapatkan kurang dari jatah kita yang sebenarnya ataupun telah berubah statusnya dari halal menjadi haram. Loh, kok bisa..?

Suatu saat, Sayyidina Ali k.w sampai di sebuah Masjid dengan menunggangi seekor unta. Di pelataran Masjid, Beliau melihat seorang pemuda yang sedang duduk-duduk santai. ‘Hmm, kasian pemuda ini tidak mempunyai pekerjaan. Saya akan memberinya 2 dinar sebagai upah menjaga unta saya selama saya sholat.’, Beliau berkata dalam hati, seraya mengikat unta sebagai bentuk ikhtiar. ‘Hai pemuda, maukah kamu menjaga unta saya selama saya Sholat..?’ tanya Sayyidina Ali k.w kepada pemuda tersebut. ‘Oh, tentu saja tuan.’ jawab pemuda itu singkat. Lalu Sayyidina Ali k.w pun masuk ke dalam Masjid untuk melaksanakan Sholat. Read the rest of this entry

Bagi raport..

Hari ini, atau tepatnya minggu-minggu ini para wali murid, orang tua yang mempunyai anak yang masih sekolah sedang disibukkan dengan kegiatan bagi raport, laporan hasil studi selama satu semester yang dirangkum dalam bentuk angka dan peringkat. Khusus untuk semester ini spesial, karena diumumkan juga siswa yang bersangkutan itu bisa naik/kelas atau tidak.

Dulu waktu masih jadi anak sekolah, momen seperti ini adalah salah satu peristiwa yang selalu saya nantikan dengan harap cemas. Karena takut sekali mengecewakan harapan orang tua yang sudah susah payah mengeluarkan biaya untuk pendidikan kita. Alhamdulillaah, selama ini hasilnya sebagian besar bagus walaupun sempat terpeleset juga waktu mau naik kelas 3 SMA nilai agak hancur. Akibatnya gak bisa masuk kelas IPA deh.🙂

Nah, saat-saat dimana kita harus menerima keputusan, nilai akhir, lulus/tidak, diterima/ditolak adalah saat-saat yang paling mendebarkan sekaligus mengasyikkan dalam hidup. Dan kalau kita perhatikan ekspresi wajah tegang bisa berubah menjadi sumringah ketika mengetahui hasilnya yang sesuai dengan harapan kita. Tetapi tidak jarang juga kita lihat wajah itu bertambah tegang dan sedih ketika mendapatkan hasil yang buruk.

Namun, pernahkah kita membayangkan suatu saat di mana kita akan mendapatkan ‘raport’ dari Alloh swt di hari perhitungan. Semua amal yang kita lakukan tercatat dengan rapi, teliti, cermat, tidak dikurang ataupun ditambah. Di hari itu pasti kecemasan kita akan melebihi seluruh kecemasan yang pernah kita rasakan di dunia. Ya, begitu kita baca sampulnya, tertulis.. ‘LAPORAN KEGIATAN FULAN/FULANAH bin FULAN SELAMA HIDUP DI DUNIA’. Read the rest of this entry