Bagi raport..

Hari ini, atau tepatnya minggu-minggu ini para wali murid, orang tua yang mempunyai anak yang masih sekolah sedang disibukkan dengan kegiatan bagi raport, laporan hasil studi selama satu semester yang dirangkum dalam bentuk angka dan peringkat. Khusus untuk semester ini spesial, karena diumumkan juga siswa yang bersangkutan itu bisa naik/kelas atau tidak.

Dulu waktu masih jadi anak sekolah, momen seperti ini adalah salah satu peristiwa yang selalu saya nantikan dengan harap cemas. Karena takut sekali mengecewakan harapan orang tua yang sudah susah payah mengeluarkan biaya untuk pendidikan kita. Alhamdulillaah, selama ini hasilnya sebagian besar bagus walaupun sempat terpeleset juga waktu mau naik kelas 3 SMA nilai agak hancur. Akibatnya gak bisa masuk kelas IPA deh.🙂

Nah, saat-saat dimana kita harus menerima keputusan, nilai akhir, lulus/tidak, diterima/ditolak adalah saat-saat yang paling mendebarkan sekaligus mengasyikkan dalam hidup. Dan kalau kita perhatikan ekspresi wajah tegang bisa berubah menjadi sumringah ketika mengetahui hasilnya yang sesuai dengan harapan kita. Tetapi tidak jarang juga kita lihat wajah itu bertambah tegang dan sedih ketika mendapatkan hasil yang buruk.

Namun, pernahkah kita membayangkan suatu saat di mana kita akan mendapatkan ‘raport’ dari Alloh swt di hari perhitungan. Semua amal yang kita lakukan tercatat dengan rapi, teliti, cermat, tidak dikurang ataupun ditambah. Di hari itu pasti kecemasan kita akan melebihi seluruh kecemasan yang pernah kita rasakan di dunia. Ya, begitu kita baca sampulnya, tertulis.. ‘LAPORAN KEGIATAN FULAN/FULANAH bin FULAN SELAMA HIDUP DI DUNIA’.

Ah, aku jadi berkhayal. Gimana ya saat itu, dari arah mana kita akan dapatkan laporan itu. Dari arah kanankah sehingga kita bisa selamat, atau malah jangan-jangan dari sebelah kiri yang membuat kita akan menjalani hari-hari berat penuh siksaan di neraka. Na’udzubillaah.

Raport yang akan kita dapatkan pada saat itu adalah hasil akhir dari segala akumulasi penilaian kegiatan kita di dunia. Tidak akan ada yang namanya ujian perbaikan. Semua sudah tertulis jelas dan kita harus mempertanggungjawabkan masing-masing ‘nilai’ kita. Mumpung belum terlambat, saat ini kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki ‘nilai-nilai’ kita sehingga kita insya Alloh dapat tersenyum ketika kita menerima raport abadi yang sesungguhnya.

Wahai sahabat, cepatlah taubat..
Karena ajal, kian mendekat..
Takutlah siksa, yang menghancurkan..
Adzab jahannam, sepanjang zaman..
Adzab Jahannam, sepanjang zaman..
(Syair ‘Istighfar’, Aa’ Gym)

Wallohu a’lam,

anto

About riestianto

a son, a brother, a future husband.. :) |jual jersey di @jersey_holic | 21F49CE7 | pelaku #srudukfollow | #JOSH

Posted on Juni 26, 2008, in J a i m (Jaga Iman). Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Astagfirullah….membacanya bener2 merinding. Apalagi ingat dosa2 yang pernah diperbuat.
    Ditunggu tulisan selanjutnya ya, menarik juga…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: