Time Zone

Salah satu keuntungan bagi orang yang telah dikaruniai anak adalah dapat bermain bersama mereka pada saat senggang/hari libur. Pada saat-saat itulah, terkadang rasa penat yang sudah terkumpul di tubuh ini dapat hilang seketika. Melihat keceriaan, kepolosan dan kelucuan tingkah laku mereka, membuat kita tak habis-habis memuji keindahan ciptaan-NYA. Walaupun saat ini saya belum dikaruniai anak, namun perasaan nikmat ketika bermain dengan anak-anak kecil telah lama saya rasakan. Dan kadang suasana seperti itu adalah saat-saat yang saya nantikan. Seperti hari ini, ketika kami sepakat untuk bermain di tempat permainan yang cukup terkenal di kota ini, time zone.

Sudah sering kali kami pergi ke tempat ini, melakukan permainan yang sama, namun belum tentu menghasilkan keceriaan yang sama. Untuk dapat bermain di sini, kita harus menukarkan uang kita dengan kredit yang tersimpan secara elektrik di kartu time zone. Kartu inilah yang kita pergunakan ketika kita hendak memainkan satu wahana tertentu yang kita inginkan. Permainannya pun beragam. Tinggal pilih sesuai keinginan. Ada permainan yang hanya bisa dinikmati tanpa menghasilkan tiket, ada permainan yang menjanjjikan tiket tertentu setelah selesai bermain, dan ada juga permainan yang menawarkan tiket yang banyak ketika kita mendapatkan bonus. Tiket-tiket ini kemudian kita kumpulkan, dan setelah selesai bermain dapat kita tukarkan dengan hadiah yang telah disediakan asalkan jumlah tiketnya mencukupi.

Rasanya, ketika berada di tempat ini kami tidak ingin pulang. Inginnya dapat terus menikmati permainan yang ada. Tidak pernah puas. Namun, semua memang ada batasnya. Kartu yang saya punya sudah tidak bisa dipergunakan lagi untuk bermain. Harus diisi ulang katanya. Wah, kalau sudah begini bisa keluar duit lagi dan tidak akan berhenti, hehehe.. Oleh karena itu, saya lebih memilih istirahat di salah satu sudut tempat itu. Sambil memperhatikan yang lain bermain, saya pun memikirkan sesuatu.

Hmm, mungkin kehidupan di dunia ini secara sederhana dapat kita analogikan dengan time zone ini. Kita diberikan modal oleh Alloh swt berupa waktu, akal, tenaga, hati yang dapat kita pergunakan secara bebas sesuai dengan kehendak kita. Kadang tanpa kita sadari, modal yang kita punya kita pergunakan untuk sesuatu yang tidak dapat memberikan manfaat apa-apa, seperti permainan time zone yang hanya bisa kita nikmati tanpa mendapatkan tiket. Yang kita dapatkan hanyalah kesenangan sesaat, yang akan segera sirna begiu permainan selesai.

Ada pula orang yang pada saat di dunia menggunakan modal ini untuk berbuat sesuatu sambil berharap mendapatkan pahala kebaikan yang dapat dipergunakan untuk ‘menukar hadiah’ pada saatnya nanti di alam akhirat. Inilah perilaku orang-orang beriman yang beramal sholeh. Mereka tidak ingin menghabiskan modal yang telah diberikan oleh Alloh swt, dengan berperilaku sia-sia. Bahkan, ada golongan yang lebih hebat lagi dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang Alloh swt berikan ganjaran lebih terhadap perbuatan mereka. Mirip dengan permainan yang menyediakan bonus tiket yang banyak. Mereka senantiasa mencari kesempatan dan menantikan saat-saat Alloh swt melipat gandakan pahala. Maka tidak heran jika kita melihat ada orang-orang yang rela mengeluarkan rupiah yang tidak sedikit agar bisa sholat di Masjidil Harom dan Masjid Nabawi, tempat di mana sholat kita diganjar 100.00 kali lipat lebih.

Sahabat sekalian, sadarilah bahwa modal yang Alloh swt berikan kepada kita tidaklah banyak. Karena hidup ini sungguh-sungguh sebentar dan penuh resiko. Carilah amal-amal perbuatan yang dapat meningkatkan scoring kita dihadapan Alloh swt kelak. Yakinlah akan ada saatnya permainan berakhir karena kartu kita sudah tidak cukup lagi untuk dipergunakan bermain. Seperti saat ini, di mana semua sudah bersiap untuk pulang dengan masing-masing membawa tiket dalam genggaman. Pertanyaannya, berapa jumlah tiket yang kita dapatkan..? Dapatkah tiket kita ditukarkan dengan hadiah yang kita inginkan..? Dan resapilah, ketika kita pulang menghadap Alloh swt kartu yang kita punya sudah tidak bisa diisi ulang lagi..

Wallohu a’lam,

anto

About riestianto

a son, a brother, a future husband.. :) |jual jersey di @jersey_holic | 21F49CE7 | pelaku #srudukfollow | #JOSH

Posted on Februari 17, 2009, in J a i m (Jaga Iman). Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: