Belajar dari Briptu Norman

Hari-hari belakangan, indera penglihatan kita di paksa untuk menikmati wajah seorang polisi yang sedang ramai di bicarakan. Hampir semua acara di televisi, seolah berlomba menampilkan sosok Beliau. Siapa lagi kalau bukan Briptu Norman, seorang polisi dari kesatuan Brimob, asal Gorontalo. Lepas dari pro dan kontra, senang dan tidak senang, mau tidak mau harus kita akui bahwa sedikit banyak kehadiran Norman dengan gayanya yang kocak dapat membuat kita sejenak lupa akan berbagai masalah. Setidaknya itu terjadi untuk saya, yang menyukai gaya Beliau ketika bergoyang Chaiya.😀

Berawal dari niat tulusnya menghibur rekan yang sedang susah hati, tanpa pernah terbayang sebelumnya, video amatir yang Ia buat dengan alat sederhana, telah mengantarkan namanya sejajar dengan pelaku seni negeri ini yang lebih dulu terkenal lewat media sosial. Ya, siapa yang hari ini belum pernah membahas soal Briptu Norman..? Rasanya hampir tidak ada.

Sungguh, di balik semua peran media yang begitu berjasa besar menyiarkan goyangannya ke seantero negeri, sebagai orang beriman kita pastilah percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Alloh SWT begitu mudah untuk mengangkat derajat orang yang di kehendaki-NYA, dan semudah itu pula menjatuhkannya. Demikianlah yang kita ketahui dalam sifat Alloh, Al-Mu’iz, Al-Mudzil. Yang Maha Memberikan Kemuliaan, Yang Maha Memberikan Kehinaan bagi siapa yang di kehendaki.

Nah, sahabat sekalian, kalau cuma meniru goyang Chaiya ala Shah Ruk Khan saja bisa membuat kita terkenal, bisa tampil di berbagai acara, mendapatkan beasiswa, bertemu dan mendapatkan jabatan baru dari pimpinan tertinggi institusi kita, apalah lagi kalau kita bersungguh-sungguh untuk mengikuti, meniru, meneladani, contoh terbaik yang Alloh SWT sediakan dalam diri seorang ciptaan terbaik-NYA, Nabi Muhammad SAW. Wah, bisa di bayangkan, apa yang akan kita dapatkan jauh melebihi Norman, karena yang Alloh janjikan bukan hanya kesuksesan di dunia yang sudah pasti di dapat, namun juga kesenangan di negeri akhirat, di mana kita hidup tanpa batas usia, di mana kita hidup selama-lamanya, Kholidiina Fiiha Abadaa.. Mau..?🙂

Wallohu A’lam,

– anto –

About riestianto

a son, a brother, a future husband.. :) |jual jersey di @jersey_holic | 21F49CE7 | pelaku #srudukfollow | #JOSH

Posted on April 21, 2011, in Belajar Dari Kisah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: