Dialog uang

Alkisah, bertemulah dua sahabat lama, uang pecahan 100 ribu dan seribu..

 

100.000 : “Hey, apa kabar. Kok kamu terlihat lusuh sekali..?”

1000 : “Iya, maklumlah.. Namanya juga aku sering beredar di orang kecil. Jadi yang memegang aku, kadang tangan yang kasar, kotor,  tidak peduli. Aku juga seringnya beredar di tempat yang diremehkan. Seperti WC umum, kembalian angkot, pembeli minyak tanah dan sebagainya..”

100.000 : “Oh, begitu. Alhamdulillaah ya, aku berada di tempat nyaman. Jarang sekali berada di tempat dan orang yang kamu sebutkan. Biasanya, aku tersusun rapi dalam dompet orang-orang kaya. Kalaupun keluar, lebih sering ke dalam mall, restoran dan tempat-tempat hiburan bagus..”

1000 : “Hmm, syukurlaah. Btw, kamu pernah ke Masjid..?”

100.000 : “Masjid..? Tempat apa itu..?”

 

:p

 

About riestianto

a son, a brother, a future husband.. :) |jual jersey di @jersey_holic | 21F49CE7 | pelaku #srudukfollow | #JOSH

Posted on Oktober 1, 2012, in Belajar Dari Kisah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: